Fayu'adz-dzibuhullāhu (maka Allah akan Mengazabnya) di akhirat. Al-'adzābal akbar (dengan azab yang sangat dahsyat), yakni azab neraka. Inna ilainā iyābahum (sesungguhnya hanya kepada Kami-lah kembali mereka), yakni kembali mereka di akhirat. Tsumma innā 'alainā hisābahum (kemudian, sesungguhnya hanya pada Kami-lah penghisaban
Keberadaanseorang hamba bahwa dia milik Allah dan akan kembali kepadaNya adalah faktor terbesar yang menyebabkan tumbuhnya kesabaran. Surat Al-Baqarah ayat 156: Musibah adalah semua yang membuat hati, badan atau kedua-duanya terasa sakit atau pedih. Maksudnya: kita milik Allah, di bawah pengaturan dan tindakan-Nya, Dia berbuat kepada milik
Semuamilik Allah, akan kembali kepada Allah.. Hari ini dada rasanya sesak, lemes, speechless denger kabar duka dari orang dekat yang telah sampai takdirnya melalui wabah covid-19, Semoga Allah kuatkan dan selalu lindungi yang ditinggalkan, bibi dengan 8 putra-putri kecilnya..
Sebagaimanayang dipertegas Allah SWT, "Milik Allah SWT segala apa yang ada di langit dan di bumi. (QS. Al-Baqarah [2]: 284). Ketika seseorang menyadari bahwa semuanya miliki Allah SWT, ia tidak akan gelisah, bersedih, dan berduka. Tatkala kekayaan yang dimiliki, kedudukan yang tinggi, dan keindahan fisik memudar, ia akan bertasbih
Sesungguhnyaorang-orang yang ditimpa musibah dan merasa yakin bahwa kebaikan, keburukan dan segala sesuatu itu berasal dari Allah, berkata, "Diri kami ini adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya. Untuk-Nya kami persembahkan puji syukur atas segala karunia dan kami harus bersabar jika mendapatkan ujian atau diberi pahala dan balasan."
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. 2 Keterangan Ulama tentang Asal Muasal Ya’juj dan Ma’juj Tentang asal muasal Ya’juj dan Ma’juj, ada dua keterangan dari para ulama hal ini. 2 Hukum Muslim Tidak Bisa Baca Al-Quran Apa hukum Muslim tidak bisa baca Al-Quran? Berdosakah. Ada dua pendapat ulama dalam hal ini. Dapat Nasihat, Mau Seperti Adam ataukah Iblis? Manusia haruslah saling memberikan nasihat dalam kebaikan, artinya ia tidak boleh membiarkan keburukan terjadi. Hukum Wanita Muslimah Berdandan Apa hukum wanita muslimah berdandan? Bolehkah?
Oleh Juliana Fadhilah DALAM menjalani kehidupan, akan ada saatnya kita berbahagia, pun akan ada saatnya kita bersedih. Pada detik ini, kita bisa saja merasa amat bahagia dengan apa yang didapat. Tetapi apakah bisa dijamin bahwa satu jam kemudian rasa bahagia itu masih terpatri di hati? Tidak, sebab kehidupan ini seperti roda, kadang di atas, kadang juga di bawah. Boleh jadi apa yang kita miliki sebelumnya, sejam kemudian tak lagi dalam genggaman. Hilang. Namun, sangat disayangkan ialah diri kita sendiri, kenapa? Karena sering kali tak mau menerima kenyataan bahwa apa-apa yang dimiliki saat ini bisa saja hilang kemudian, sebagaimana diri ini yang sejatinya juga bukan milik kita. Adapun ketika menengok kembali perjuangan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, ada sedih bercampur haru di sana. Ya, tidak semua bisa didapat dengan mudah. Misalnya, ada seorang cerdas di mana ia giat belajar baik di waktu pagi maupun malam hari. Hari-harinya banyak digunakan untuk menuntut ilmu. Namun, esoknya ia mengalami musibah, membuat kecerdasannya itu perlahan-lahan menghilang. Kemudian, ada pula seseorang demi membeli sebuah mobil, ia rela bersusah-payah dari biasanya, kerja dari pagi hingga malam oke, dan itu tidak dilakukan hanya dalam tempo yang singkat. Lalu, setelah mempunyai mobil tersebut, jangankan jika hilang, baru lecet sedikit saja mampu membuat pikiran tak karuan. Dalam kalam-Nya Allah berfirman اوليس الذي خلق السموت والارض بقدرعلى ان يخلق مثلهمﻕ بلى وهوالخلق العليم81 انماامره اذااراد شياﺼﻞ ان يقول له كن فيكون82 فسبحن الذي بيده ملكوت كل شيءواليه ترخعون83 “Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang diganti sesudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia. Maka Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” Yasin 81-83 Nah, adapun bila kita memaknai Yasin ayat 81-83 di atas dengan segenap hati, mungkin hanya segelintir saja yang akan merasa terpuruk saat kehilangan. Bahwasanya apa-apa yang dimiliki di dunia ini memang sejatinya bukan milik kita, sekalipun jiwa raga sendiri. Maka dari itu, perlu ditanamkan sifat rendah hati, juga harus banyak belajar ikhlas … ikhlas menerima kenyataan hidup. In Syaa Allah apabila nanti kehilangan hal terbesar dalam hidup ini, itu tidak akan memicu kecewa yang terlalu. Ikhlaslah, boleh jadi ada hadiah lebih besar menunggu. Semuanya milik Allah, semuanya akan kembali pada Allah. [] Purwakarta, 5 Maret 2018
Ilustrasi orang meninggal atau kematian seseorang. Fot pixabayDitinggal orang yang kita cinta untuk selamanya merupakan momen paling menyedihkan dalam hidup. Meski tahu bahwa kematian adalah hal yang pasti, namun kepergian keluarga atau kerabat tetap membawa kesedihan bagi orang yang ditinggalkan. Di momen ini, tidak sedikit orang yang merasa sangat terpukul. Sebagai kerabat atau sahabat terdekat, kita memiliki kewajiban untuk menguatkannya. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menguatkan sahabat. Salah satunya adalah dengan mengucapkan belasungkawa dan mengirimkan doa yang tulus. Bacaan Doa Ketika Mendengar Kabar KematianKita juga dianjurkan untuk membaca doa saat mendengar kabar kematian. Berikut bacaan doa yang sebaiknya kita bacaإنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُونالَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّينوَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرينوَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُInnalillahi wa inna ilaihi raji’un wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma uktubhu indaka fil muhsinin waj’al kitabahu fi illiyyin. Wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin. Wala tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahuSesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali. Ya Allah! Tulislah dia yang meninggal dunia termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi dengan ketaatan orang meninggal atau kematian seseorang. Fot pixabayUcapan Belasungkawa IslamSetelah mendoakan mendiang yang sudah meninggal, kewajiban kita selanjutnya adalah menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Untuk menguatkannya kita bisa ucapkan ungkapan belasungkawa. Adapun macam ungkapan belasungkawa secara Islam adalah sebagai berikut. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kehilangan orang yang dicinta memang membuat hati sedih dan terpukul. Tapi ketetapan ini terjadi atas kehendak-Nya. Satu-satunya cara terbaik adalah dengan mengikhlaskannya. Semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semua yang hidup pasti akan mati dan kematian itu pasti. Aku dapat merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Bersabarlah dalam menerima cobaan dari Allah dan percaya lah bahwa ini jalan terbaik yang Dia berikan kepadamu. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan " Qs. Ali Imran 185. Turut berduka cita semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, Aamiin. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita, semoga almarhum/almarhumah diampuni dosa-dosanya dan diterima semua amal baiknya. Semoga Allah SWT angkat derajatnya dan tempatkan ia di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Dalam islam telah diajarkan bahwa kita sebagai umatnya pasti akan mengalami kematian. Allah SWT telah berfirman dalam ayat berikut ini. Artinya “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati., dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu…..” Ali Imran/3 185 Jika ada salah satu kerabat kita yang meninggal maka keluarga yang ditinggalkannya hendaknya menerima atau ikhlas dan rela melepas kepergian orang yang di dunia ini adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepadaNya. Hal ini tertuang sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut Artinya “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali” Al-Baqarah/2 156. Baca juga Hukum Berwudhu Sebelum Akad NikahHal tersebut juga tertuang pada sabd oleh Nabi Muhammad saw, dalam hadits berikut ini yaituArtinya Dari Abu Hurairah, Nabi saw. bersabda, “Banyak-banyaklah kamu mengingat hal yang memutuskan kesenangan, yaitu kematian.” at-Tirmizi 22291. Kewajiban Mengurus JenazahPada dasarnya setiap muslim memiliki kewajiban terhadap saudara sesame muslim yang meninggal yang harus segera dilaksanakan adalah mengurus jenazahnya dan juga mengurus harta peninggalan orang ini bersifat kolektif karena itu dimasukkan sebagai suatu jenis ibadah yang dimana Hukum Mengurus Jenazah Dalam Islam hukumnya fardu kifayah, artinya kewajiban bagi seluruh umat muslim. Baca juga Hukum Kerja Sebagai Kolektor Dalam IslamTetapi apabila sudah dilaksanakan oleh beberapa orang yang melaksanakannya, maka kewajiban itu gugur bagi seluruh umat muslim. Kewajiban-kewajiban terhadap orang yang meninggal adalah diantaranya memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan Memandikan mayitMemandikan mayit juga hukumnya fardhu kifayah. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata sebagai berikutبينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي“Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah” HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206. Juga hadits dari Ummu Athiyyah radhialahu’anha, ia berkata تُوفيتْ إحدى بناتِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، فخرج فقال اغْسِلْنَها ثلاثًا ، أو خمسًا ، أو أكثرَ من ذلك إن رأيتُنَّ ذلك ، بماءٍ وسدرٍ ، واجعلنَ في الآخرةِ كافورًا ، أو شيئًا من كافورٍ، فإذا فرغتُنَّ فآذِنَّنِي فلما فرغنا آذناه فألقى إلينا حقوه فضفرنا شعرها ثلاثة قرون وألقيناها خلفها“Salah seorang putri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meninggal yaitu Zainab. Maka beliau keluar dan bersabda“Mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu jika kalian menganggap itu perlu. Dengan air dan daun bidara. Dan jadikanlah siraman akhirnya adalah air yang dicampur kapur barus, atau sedikit kapur barus. Jika kalian sudah selesai, maka biarkanlah aku masuk”. Ketika kami telah menyelesaikannya, maka kami beritahukan kepada beliau. Kemudian diberikan kepada kami kain penutup badannya, dan kami menguncir rambutnya menjadi tiga kunciran, lalu kami arahkan ke belakangnya” HR. Bukhari no. 1258, Muslim no. 939. Baca juga Hukum Memainkan Pernikahan dalam Islam3. Shalat JenazahMelaksanakan shalat jenazah ialah shalat yang dikerjakan sebanyak empat kali takbir dalam rangka mendoakan orang sesame muslim yang sudah jenazah sudah selesai dimandikan dan dikafani. Hendaknya segera dishalati sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut Artinya “Rasulullah SAW, bersabda shalatkanlah orang orang yang telah meninggal dunia diantara kalian semua.” Ibnu Majjah 1511Semua di dunia ini adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepadaNya. Hal ini tertuang sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikutArtinya “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali” Al-Baqarah/2 156Hal tersebut juga tertuang pada sabd oleh Nabi Muhammad saw, dalam hadits berikut ini yaituArtinya Dari Abu Hurairah, Nabi SAW. bersabda,“Banyak-banyaklah kamu mengingat hal yang memutuskan kesenangan, yaitu kematian.” at-Tirmizi 2229 4. Kewajiban Mengurus JenazahPada dasarnya setiap muslim memiliki kewajiban terhadap saudara sesame muslim yang meninggal dunia. Kewajiban yang harus segera dilaksanakan adalah mengurus jenazahnya dan juga mengurus harta peninggalan orang tersebut. Baca juga Kedudukan Mahar dalam Hukum IslamKewajiban ini bersifat kolektif karena itu dimasukkan sebagai suatu jenis ibadah yang dimana Hukum Mengurus Jenazah Dalam Islam hukumnya fardu kifayah, artinya kewajiban bagi seluruh umat muslim, tetapi apabila sudah dilaksanakan oleh beberapa orang yang melaksanakannya, maka kewajiban itu gugur bagi seluruh umat terhadap orang yang meninggal adalah diantaranya memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan Memandikan mayitMemandikan mayit juga hukumnya fardhu kifayah. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata sebagai berikutبينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي“Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaMandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah” HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206. Juga hadits dari Ummu Athiyyah radhialahu’anha, ia berkataتُوفيتْ إحدى بناتِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، فخرج فقال اغْسِلْنَها ثلاثًا ، أو خمسًا ، أو أكثرَ من ذلك إن رأيتُنَّ ذلك ، بماءٍ وسدرٍ ، واجعلنَ في الآخرةِ كافورًا ، أو شيئًا من كافورٍ، فإذا فرغتُنَّ فآذِنَّنِي فلما فرغنا آذناه فألقى إلينا حقوه فضفرنا شعرها ثلاثة قرون وألقيناها خلفها “Salah seorang putri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meninggal yaitu Zainab. Maka beliau keluar dan bersabda“Mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu jika kalian menganggap itu perlu. Dengan air dan daun bidara. Dan jadikanlah siraman akhirnya adalah air yang dicampur kapur barus, atau sedikit kapur barus. Jika kalian sudah selesai, maka biarkanlah aku masuk”. Ketika kami telah menyelesaikannya, maka kami beritahukan kepada beliau. Kemudian diberikan kepada kami kain penutup badannya, dan kami menguncir rambutnya menjadi tiga kunciran, lalu kami arahkan ke belakangnya” HR. Bukhari no. 1258, Muslim no. 939. 6. Shalat JenazahMelaksanakan shalat jenazah ialah shalat yang dikerjakan sebanyak empat kali takbir dalam rangka mendoakan orang sesame muslim yang sudah meninggal. Baca juga Larangan Diskriminasi dalam IslamApabila jenazah sudah selesai dimandikan dan dikafani. Hendaknya segera dishalati sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut Artinya “Rasulullah saw, bersabda “Shalatkanlah orang orang yang telah meninggal dunia diantara kalian semua.” Ibnu Majjah 1511
semua milik allah dan akan kembali kepadanya