Home» UMUM » 11 Sifat Buruk yang Membuat Orang Lain Jengah Padamu. 11 Sifat Buruk yang Membuat Orang Lain Jengah Padamu Unknown. 07:03 Add Comment UMUM. Mungkin sisi terburuk dari sikap buruk adalah kita kadang melakukannya tanpa sadar. Kita tak tahu bahwa perbuatan kita sebenarnya mengganggu, karena di bayangan kita, yang kita lakukan sah dibandingkanorang lain. Bisa jadi karena sukunya, jabatan, keturunan dan lain sebagainya. Padahal, dari masing-masing suku itu, selain memiliki tokoh panutan, pasti juga memiliki oknum-oknum yang bermoral buruk. Bukan hanya itu, setiap manusia juga pastilah memiliki dosa. Tidak ada yang sempurna. Tidak ada orang yang sepanjang hidupnya Berikut5 di antaranya. 1. Fokus kepada lawan bicara. Saat berbicara dengan orang lain, arahkan fokus sepenuhnya kepada orang tersebut. Tatap matanya dan dengarkan baik-baik kata-katanya. Tentu hal itu tidak berlaku kalau kamu sedang mengerjakan hal yang menuntut konsentrasi penuh, misalnya menyetir. Tapi secara umum, berbicara dengan orang 5 Jangan memikirkan perspektif orang lain. Hal ini merupakan hal yang sangat penting. ketika kita sedang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, jangan pernah memikirkan perspektif orang lain terhadap diri kita. Perspektif orang lain berada di luar kehendak kita, sehingga kita tidak akan bisa membuat semua orang menjadi senang terhadap diri kita. Laowomaru- Cerita Rakyat Sumatera Utara | Apresiasi Fiksi. Laoŵömarukhöndrongania, Sihoi, mböröŵa'abölonia, imane: andröabe'esibaindra'o, bambukawaandre, bahögöguyawa, si siwarozi. Na ladönida'ö, batayaŵa'abölögu. Akhirnya, Laowomaru memberitahukan kepada istrinya, Sihoi tentang sumber kekuatannya. Ia kemudian berkata Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Fatele Tari Perang - niasoke Indonesia memiliki banyak suku yaitu sekitar suku bangsa menurut data BPS tahun 2010. Masing-masing suku memiliki ciri khas dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Salah satunya adalah suku Nias yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Beginilah sikap dan perilaku masyarakat Nias yang berada di Kepulauan bekerjasama dan bergotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini dibuktikan dengan peribahasa nias atau amaidola “Aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi tafadaya-daya, hulu tafadaya-daya”.Gemar melaksanakan owasa pesta besar. Pada zaman dahulu owasa tidaklah sembarangan untuk dilaksanakan, kepada setiap orang yang telah melakukan owasa maka berhak mendapatkan gelar sanuhe Kepala. Namun pesta sekaran yang dimaksud seperti pesta pernikahan, kematian, kelahiran dan acara-acara ucapan syukur menghormati tamu, setiap tamu yang datang akan disuguhkan sirih afo sebagai wujud penghormatan kepada tamu tersebut. Afo sering kita temui di acara-acara penting adat dipuji, disanjung, dan sangat mempertahankan harga diri. Hal ini dapat dilihat dari peribahasa “Sokhi mate moroi aila” Labih baik mati daripada malu. Hal ini dapat diartikan secara postif maupun negatif. Secara positif diartikan masyarakat Nias adalah masyarakat yang berbudaya, bermatabat dan beradab, sehingga lebih baik mati untuk mempertahankan itu dari pada harus menanggung malu. Jika diartikan secara negatif, masyarakat Nias sulit maju, sulit berkembang dikarenakan mempertahankan gengsi dan harga berdamai, perilaku masyarakat yang penuh cinta kasih, rukun dan damai menjadi keseharian masyarakat Nias, ini dibuktikan dari kebiasaan masyarakat Nias yang suka berkumpul dengan keluarga besar. Mudah tersinggung, dalam hal yang menyangkut unsur suku dan adat istiadat apabila yang kurang sesuai ini bisa menjadi salah satu pemicu yang kuat untuk aturan, pada dasarnya masyarakat Nias memegang teguh budaya yang dimiliki dan taat aturan. Hal ini terbukti dari kebiasaan yang dilakukan masyarakat Nias dalam keseharan, mulai dari pernikahan, kelahiran, pemberian nama anak hingga kematian. Semua telah ditulis dalam aturan kebiasaan sesuai kesepakatan dan beberapa sikap dan perilaku masyarakat Nias yang berada di Kepulauan Nias. Sejak kecil kita telah diajarkan untuk berbuat baik, rajin beribadah hingga tak lupa memberikan sedekah kepada yang tak mampu. Sayangnya, hal-hal sederhana ini lambat laun sering terlupa seiring berjalannya waktu dan usia. Manusia yang tumbuh menjadi dewasa lambat laun, entah sadar atau tidak memiliki sifat-sifat yang sebenarnya bertentangan dengan agama atau pun moral secara umum. Sifat-sifat inilah yang dijadikan jalan masuk setan. Kita semua pasti yakin jika makhluk itu ada meski kadang tak berwujud. Setelah setan masuk maka manusia akan semakin rusak hingga akhirnya merusak dunia. Membuat dunia yang harusnya nyaman ini jadi kelam. Mari waspadai sifat-sifat yang disukai setan ini! 1. Kebodohan Jika anda melihat tayangan berita entah di TV atau pun media online. Pasti pernah mendengar Donald Trump sang calon Presiden Amerika yang gemar berulah. Sifat rasisnya terhadap Islam sangat tinggi hingga membuatnya dikecam banyak hal. Inilah salah satu kebodohan yang sering dilakukan oleh manusia di seluruh dunia. Bahkan mungkin kita juga pernah melakukan. Kebodohan [image source]Seorang manusia yang bodoh selalu enggan berpikir dengan baik. Segala hal selalu didasari oleh kepentingan sesaat tanpa memperhatikan orang lain. Sekarang coba kita bayangkan jika Donald Trump menjadi seorang presiden sungguhan. Apa yang akan terjadi dengan dunia yang sudah banyak masalah ini? 2. Suka Marah Kemarahan adalah bentuk dari kehancuran yang kecil. Itulah mengapa kita sebagai manusia harus mampu mengendalikan emosi. Jika emosi terus saja dituruti maka bukan tak mungkin kerusakan besar akan kembali terjadi di dunia ini. Suka Marah [image source]Coba perhatikan perang yang ada di Timur Tengah sekarang. Apa sebenarnya salah satu hal yang mendasari perang ini? Jawabannya adalah kemarahan dan sifat tak bisa menahan emosi. Dampaknya? Banyak sekali nyawa manusia tak berdosa menjadi korban. 3. Gila Dunia Sebenarnya apa yang dicari oleh manusia di bumi ini? Jawabannya adalah pahala untuk dijadikan saku ke akhirat nanti. Lantas untuk apa terlalu terobsesi dengan dunia? Jawabannya adalah dunia terlalu indah untuk ditolak. Gila Dunia [image source]Itulah mengapa kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak gila dunia. Tidak gila dengan jabatan hingga melakukan hal kotor agar menang pemilu. Tidak gila uang hingga meluncurkan isu-isu agar bisa korupsi lebih banyak. Jika gila dunia terus dilakukan, kehancuran dunia akan berjalan lebih cepat. 4. Menuruti Hawa Nafsu Beberapa hari ini publik Indonesia sedang dihebohkan dengan penampakan artis yang punya sampingan jadi PSK. Mereka digrebek dan akhirnya diseret untuk diadili. Hal-hal semacam ini tidak akan terjadi jika saja manusia tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Nikita Mirzani [image source]Jika sudah menuruti hawa nafsu segalanya akan jadi salah. Mulai berhubungan dengan orang yang tak semestinya. Mengeluarkan uang banyak berpikir lagi. Terakhir, membuat masyarakat jadi geram dan mengutuki mereka. Hal di atas cuma salah satu contoh saja. Di masa lalu banyak sekali kerajaan yang hancur hanya perkara wanita. 5. Suka Pamer Sifat suka pamer adalah sifat yang banyak sekali dilakukan oleh orang-orang zaman sekarang. Coba perhatikan TV dan tontonan yang ada di dalamnya. Akan ada banyak sekali adegan pamer yang dilakukan oleh entah itu artis atau orang yang diartiskan. bella Sophie, artis yang mendapat julukan tukang pamer [image source]Hal-hal semacam ini juga dilakukan oleh orang yang ada di kota atau pun desa. Mereka akan saling pamer membeli sesuatu yang mewah. Akhirnya timbul rasa iri dan semakin tidak mau kalah dengan apa yang dimiliki oleh tetangga. Jika hal ini terus terjadi kerukunan akan habis dan pertengkaran adalah hal yang mungkin akan terjadi. 6. Sombong Seseorang yang memiliki sifat sombong akan selalu membuat dirinya seakan-akan di atas angin. Membuat dirinya seorang yang benar dan bisa melakukan apa saja dengan baik. Akhirnya sifat ini dibenci oleh banyak orang dan mengakibatkan adanya konflik. bencana akibat sombong [image source]Tak sedikit permasalahan terjadi akibat rasa sombong yang berlebihan. Bahkan bisa berujung pada sebuah tindak kekerasan hingga konflik antara kelompok. Sifat sombong hendaknya dibuang jauh-jauh sebelum setan menguasai dan semuanya tak terselamatkan lagi. 7. Meremehkan Orang Lain Jangan pernah meremehkan manusia, siapa pun itu. Karena sifat meremehkan akan membuat anda semua jadi tak menghormatinya. Bahkan bisa berbuat kasar secara fisik mau pun ucapan. Sifat merendahkan orang lain akan membuat anda dipandang sebagai orang yang kejam hingga mereka pun akan merendahkan anda. Meremehkan Orang Lain [image source]Itulah mengapa ada sebuah pepatah berbunyi don’t judge a book by it’s cover. Jangan menghakimi seseorang hanya dari penampakan luarnya saja. Karena bisa jadi mereka jauh lebih hebat dari kita semua. Tidak ada yang tahu, kan? Itulah tujuh sifat yang harus kita waspadai dan buang jauh-jauh dari kehidupan. Sifat-sifat itu tak akan membuat kita semua jadi orang hebat. Justru akan semakin terpuruk dan bisa membuat dunia ini menjadi hancur berkeping-keping. Karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani sebagaimana disyarahkan oleh Syekh Muhammad Nawawi Banten mengutip keterangan ulama yang menyebutkan 10 sifat paling dibenci Allah SWT pada karyanya Nashaihul Ibad. Karya Imam Al-Asqalani menyebut 10 sifat buruk yang patut dijauhi. Syekh M Nawawi Banten dalam karyanya Nashaihul Ibad pada halaman 63 mengatakan bahwa sifat-sifat buruk yang dibenci Allah sebenarnya lebih dari sepuluh. Hanya saja 10 sifat ini merupakan sifat yang paling dibenci Allah. أكبر بغضا من غيرهم Artinya, “Tetapi 10 hal ini paling dibenci dibandingkan hal lainnya,” Syekh M Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah tanpa tahun], halaman 63. Imam Al-Asqalani menyebut secara rinci 10 sifat-sifat buruk yang perlu dijauhi 1. Kebakhilan orang kaya. Sifat bakhil melenyapkan sifat kemanusiaan dan menetapkan sifat kebinatangan. 2. Kesombongan orang fakir miskin. 3. Ketamakan ulama. 4. Kehilangan rasa malu kalangan perempuan. Syekh Nawawi mengutip hadits riwayat Ad-Dailami yang artinya, “Orang yang tidak memiliki rasa malu, maka tidak ada agama padanya. Siapa saja yang tidak malu di dunia, niscaya ia tidak masuk surga.” 5. Cinta duniawi hubbud duniya orang-orang tua setengah baya ke atas. 6. Kemalasan anak-anak muda. 7. Kezaliman penguasa. Syekh Nawawi mengutip hadits riwayat Al-Hakim yang artinya, “Siapa saja yang meridhai penguasa dengan sesuatu yang membuat Allah murka, niscaya ia telah keluar dari agama Allah.” 8. Rasa takut para tentara/militer dalam menghadapi musuh. Rasa takut adalah kelemahan jiwa yang merintangi tentara untuk berhadapan dengan tentara musuh. 9. SIkap ujub ahli zuhud. Syekh Nawawi mengutip hadits riwayat Abu Nu'aim yang artinya, “Siapa saja yang memuji dirinya sendiri atas sebuah amal saleh, maka pujiannya itu salah jalan dan gugurlah pahala amalnya.” 10. Sikap riya para hamba Allah yang ahli ibadah/ubbad. Syekh Nawawi Banten mengutip hadits riwayat Ad-Dailami yang artinya, “Waspadalah kalian mencampur ketaatan kepada Allah dengan menyukai pujian manusia karena dapat mengugurkan amal kalian.” Syekh Nawawi Banten menambahkan catatan pengecualian atas pujian orang lain tanpa ia sendiri menyukainya karena hal itu tidak termasuk riya. Syekh Nawawi Banten mengutip hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Dzar RA yang mengisahkan pertanyaan sahabat, “Bagaimana pendapatmu wahai Rasul tentang seseorang yang berbuat baik dan orang lain memujinya?’ Rasulullah SAW menjawab, Demikian itu adalah kabar gembira yang cepat bagi orang beriman.’” Semua ini patut menjadi catatan agar masing-masing orang dapat berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitasnya dan menjauhkan sifat-sifat tercela. Wallahu a’lam. Penulis Alhafiz Kurniawan Editor Abdullah Alawi Sepanjang hidup, sebagai manusia kita akan terus memilah-milah mana sifat baik yang perlu ditanamkan dalam diri dan mana sifat buruk yang harus dijauhi. Jangan malah bersikap kurang peduli sampai kita dikuasai berbagai sifat yang kurang itu sampai terjadi, tentu banyak orang enggan berteman dengan kita. Kehidupan kita pun akan dipenuhi berbagai persoalan. Seperti tujuh sifat berikut ini yang wajib kita Cuma suka memanfaatkan kerja keras orang lainIlustrasi pria bergembira ini bakal kelihatan banget saat seseorang berada dalam kelompok. Dia sering menghindari tugas dan orang lainlah yang mengerjakannya. Akan tetapi untuk urusan hasilnya, dia gak pernah mau ketinggalan sampai gak kebagian hasilnya. Hasilnya dikurangi sedikit demi memberi upah lebih pada yang bekerja paling keras saja, dia gak akan terima. Bahkan kalau bisa, semua hasilnya buat dia saja. Nyebelin banget, kan? Ada peribahasa yang cocok dengan sifat seperti ini. Yaitu, 'awak yang payah membelah rayung, orang lain yang beroleh sagunya'. Artinya, kita yang bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapatkan manfaatnya. Jangan sampai sifat ini ada pada kita, ya!2. Selalu hanya mengikuti perkataan orangIlustrasi pria menutupi mulut dua kemungkinan dari sifat hanya suka mengikuti perkataan orang lain. Bisa asal menurut saja terhadap berbagai perintah atau saran. Bisa pula membeo alias meniru ucapan orang jarang, orang dengan sifat ini berlagak pintar. Sebab ucapan yang ditirukannya memang berasal dari orang pintar. Sayangnya, bukannya digunakan untuk bahan belajar, malah seperti buat bergaya saja. Cocok banget dengan peribahasa 'berlidah di lidah orang'.3. Curang dan rakus, mau diberi tetapi tak mau memberiIlustrasi wanita bertopang dagu memang harus seseimbang mungkin. Kalau kita suka diberi, sesekali kita juga harus bergantian memberi. Biar orang lain juga merasa senang mengetahui dirinya diperhatikan. Makin menyebalkan jika gak pernah mau memberi, tetapi kalau dirinya gak diberi langsung sewot dan merasa dianaktirikan. Ini berbeda dengan bila seseorang memang gak memiliki kemampuan memberi. Kalau sebenarnya mampu, dia menjadi perwujudan dari peribahasa 'di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat'.4. Suka banget mencela orang lain padahal diri sendiri gak lebih baikIlustrasi pria berwajah serius Rasanya memang gak ada sih, pencela yang lebih baik daripada orang yang dicelanya. Sebab kalau dirinya lebih baik, pasti merasa mencela orang lain itu sama sekali gak ada untungnya. Lain dengan orang yang sebenarnya gak lebih baik dari yang dia berharap celaannya bisa membuat dirinya tampak lebih baik ketimbang orang itu. Padahal sih, orang-orang gak semudah itu tertipu. Ini nih, peribahasa yang cocok untuknya, 'mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih'. Baca Juga 5 Peribahasa Banjar Mengekspresikan Sifat Manusia, Ada Sifat Haus Puji 5. Gak peduli sesalah apa pun, asal masih keluarga atau teman sendiri tetap dibelaIlustrasi pria berkacamata berarti kita perlu menyudutkan teman atau saudara yang melakukan kesalahan. Itu hanya akan membuat mereka merasa lebih buruk. Namun paling gak, jangan lantas seperti membutakan diri pada salah dibilang benar hanya lantaran pelakunya masih orang terdekat kita. Sebaliknya, yang menjadi korban justru kita sudutkan. Ini namanya kita sudah gak bisa bersikap objektif. Memang sih, ada peribahasa 'tidak ada orang menggaruk ke luar badan'. Artinya, memihak teman atau saudara itu sudah menjadi hal biasa. Akan tetapi yang terbaik tetaplah gak kehilangan objektivitas dan rasa keadilan dalam menilai serta menyikapi apa Kalau mendapatkan kesenangan gak berbagi pada orang lain, kalau susah langsung minta tolongIlustrasi pria dalam masalah tolong atau sekadar menceritakan kesulitan yang tengah dihadapi tentu boleh-boleh saja. Namun semestinya diimbangi dengan kemauan untuk berbagi kesenangan pada orang-orang yang biasa dituju kala malah dia selalu cuma ketiban gak enaknya. Sebab lama-kelamaan, orang setulus apa pun juga bisa menjadi malas menolong atau mendengarkan cerita kesedihan kita kalau begini. Mereka akan mengaitkan kita dengan peribahasa 'kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang'.7. Parah, berusaha mengubah nasib sendiri saja gak mauIlustrasi wanita yang tak bersemangat dengan sifat begini bakal kentara banget gak niat hidup. Semangatnya menjalani hari seperti gak ada. Apalagi memperjuangkan mimpi dan berusaha mewujudkan masa depan yang cerah. Padahal, itu adalah tanggung jawab masing-masing orang. Namun dia malah kerap seperti hendak menyampirkannya ke pundak orang lain. Dia main pasif saja, cuma menunggu uluran tangan orang. Pas banget dengan peribahasa yang menohok ini, 'seperti orang mati, jika tiada orang mengangkat, bila akan bergerak'.Jelas banget kan, betapa buruknya ketujuh sifat di atas? Yuk, sama-sama kita berintrospeksi dan bersungguh-sungguh biar gak menjadi pribadi dengan tujuh sifat itu. Baca Juga Tak Sadar 5 Sifat Buruk Ini Bisa Buat Orang Lain Terganggu IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

sifat buruk orang nias